share on:

IPKB Kaltim.com-  Dalam upaya mewujudkan ketahanan keluarga, maka Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim menggelar sosialisasi dan diseminasi kebijakan ketahanan keluarga bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Keluarga Berencana kabupaten dan kota se-Kaltim.

“Salah satu upaya adalah dengan melakukan pembinaan  di antaranya pembinaan Ketahanan Balita dan anak (BKB), Bina Ketahanan Keluarga  Remnaja, (BKR) dan Bina Ketahanan Lansia (BKL),” kata Plh Kepala BKKBN Kaltim, Achmad Taqdir, saat membuka sosialisasi dan disemenisasi kebijakan ketahanan keluarga di hotel Jambrut II di Samarinda, Selasa (19/2)

 

Dikatakannya, bina-bina ketahanan keluarga merupakan suatu wadah kegiatan keluarga dalam upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota keluarga maupun orang tua dalam pengasuhan dan membina tumbuh kembang anak dan remaja, sehingga mampu menghindarkan dari masalah seksbebas, HIV-AIDS dan narkoba.

 

Dikemukakan Taqdir,  program ketahanan keluarga merupakan upaya untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan membina ketahanan keluarga dengan memperhatikan kelompok usia berdasarkan siklus hidup mulai dari janin hingga lanjut usia.

“Dilaksanakan bina-bina tersebut dengan harapan program ini dapat mewujudkan keluarga yang kreatif dan inovatif,”katanya.
Menurut A.Taqdir, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang  Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan penduduk dan pembangunan keluarga. Disebutkan untuk   mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas perlu dilakukan berbagai upaya.

 

Lanjut dia upaya yang dilakukan diantaranya, pengendalian angka kelahiran dan penurunan angka kematian, pengarahan mobilitas penduduk, pengembangan  kualitas penduduk pada seluruh bidang, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta penyiapan dan pengaturan perkawinan maupun kehamilan.
“Implementasi dari kegiatan program ketahanan keluarga akan menjadikan penduduk sebagai sumber daya manusia yang tangguh bagi pembangunan dan ketahanan nasional serta memiliki daya saing tinggi dan dapat menikmati hasil pembangunan secara adil dan merata,” jelas Taqdir.
Sementara menurut panitia penyelenggara Iwan Dwiantoro  diselenggarakan kegiatan sosialisasi tersebut untuk meningkatkan pengetahuan , sikap dan prilaku stakeholder terhadap program ketahanan keluarga di kabupaten dan kota.

 

“Selain itu, meningkatkan ketersedian SDM , terindentifikasi keberhasilan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ketahanan keluarga baik BKB, BKR maupun BKL di kabupaten dan kota. terutama tercapainya peningkatan komitmen operasional dengan mitra kerja dalam pelaksanaan program di Kaltim,” ujarnya.(*)

 

share on: