You Are Here: Home » Berita » Target Kepesertaan KB Baru Capai 52 Persen

Target Kepesertaan KB Baru Capai 52 Persen

Kabid KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Kaltim, Sudibyo saat memberikan sambutan pada pelayanan KB gratis di Desa Buana Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kabid KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Kaltim, Sudibyo saat memberikan sambutan pada pelayanan KB gratis di Desa Buana Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara.

IPKB Kaltim – Kepesertaaan KB baru di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 52 persen atau sekitar 52.800 peserta , padahal BKKBN Perwakilan Kaltim pada Kontrak Kinerja Provinsi (KKP) 2017 ditargetkan sebesar 100.741 peserta KB baru.

“Berdasarkan data hingga September 2017 kepesertaan KB baru di Kaltim hanya mencapai 52 persen, hal ini masih rendah tidak memenuhi target,” kata  Kabid KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Kaltim, Sudibyo saat memberikan sambutan pada pelayanan KB gratis di Desa Buana Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu.

Dikatakannya bukan berarti pelayanan KB baru di Kaltim mengalami kegagalan tidak, tetapi yang dikejar hasil-hasil pelayanan apakah terlaporkan secara keseleuruhan atau belum. Sebab berdasarkan hasil kunjungan kelapangan pelayanan dari bidan dan dokter praktek ternyata tidak melaporkan hasil pelayanan, khususnya jalur mandiri.

Namun dia yakin jika pelayanan KB oleh dokter dan bidan dilaporkan setiap bulan maka kepesertaan ber KB Kaltim akan memenuhi target bahkan melampui target.

Sudibyo menjelaskan logikanya berdasarkan data dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kaltim jumlah tenaga bidan di Kaltim sebanyak 2000 orang. Jika seorang bidan dalam satu bulan melayani dua orang saja maka sudah 4.000, belum lagi yang dilayani oleh dokter parktek.

Dikemukakannya saat ini ada kendala terkait distribusi alat kontasepsi (Alkon) dengan tata kelola sistem baru , sistim pencatatan dan pelaporan yang baru. Semula bidan- bidan langsung bisa mendapatkan Alkon , tetapi dengan ada aturan pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maka menjadi terhambat.

“Bidan praktek seharusnya bekerjasama dengan BPJS, sementara yang bekerjasama relative sedikit,” katanya.

Oleh karena itu BKKBN Kaltim akan berupaya mencari solusi agar bidan-bidan praktek mendapatkan Alkon misalnya di Kota Samarinda antara bidan praktek dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (PPKB) Kota Samarinda dibuatkan perjanjian kerjasama untuk mendapatkan Alkon.

Diharapkan melalui kerjasama ini bidan praktek mendapatkan distribusi Alkon dan tidak melanggar aturan yang ada.

Sementara itu pelayanan KB gratis di Desa Buana Jaya, Tenggarong Seberang merupakan rangkaian bakti sosial dalam rangka memperingati HUT Peguyuban Banyuwangi yang ke VII bekerjasama dengan BKKBN Kaltim, TNI, IBI Samarinda dan IBI ranting Tenggarong Seberang.

Adapun hasil dari pelayanan KB gratis Metode Kontasepsi Jangka Panjang (MKJP) yakni IUD 8 dan implan sebanyak 156 akseptor.(*)

About The Author

Number of Entries : 380

Leave a Comment

All right Reserved © 2015 IPKB Kaltim Powered By WP-by Design K-Website

Scroll to top