share on:
Kepala Kantor PPKB Kabupaten Berau Wiyati melalui Kabid KB M, Nasir

IPKB Kaltim.com, Berau – Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PP dan KB)  Kabupaten Berau  pada tahun 2012 ,telah mengusulkan untuk penambahan tenaga Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk memaksimalkan program KB di daerah itu.

“PLKB adalah merupakan ujung tombak di lapangan untuk memberikan pemahaman dan  mengajak  masyarakat mengikuti program KB,” kata Kepala Kantor PPKB Kabupaten Berau Wiyati melalui Kabid KB M, Nasir , ketika di temui anggota Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Kaltim diruang kerjanya baru-baru ini.

Ia mengatakan jumlah PLKB saat ini  baru ada  sekitar 60 petugas, namun masih kurang, karena Kabupaten Berau memiliki 13 Kecamatan dan seratusan  lebih desa. Idealnya satu desa ditempatkan satu petugas PLKB.

Meskipun dengan jumlah PLKB yang ada mampu meningkakan kesadaran masyarakat Berau untuk mengikuti program KB sudah tinggi dan  telah berjalan sesuai program.  Namun sangat disayangkan instansi  yang mengurusi program KB masih menempel di Kantor  Pemberdayaan Perempuan sehingga pencapian program belum bisa  maksimal mengingat tenaga lapangan maupun anggaran operasional terbatas.

Selain itu, banyak petugas PLKB yang dimutasi pada sejumlah SKPD lain, sehingga jumlahnya semakin berkurang dan seharusnya  ada penggantinya  untuk mengisi tenaga lapangan  di tingkat kecamatan maupun  desa.

Menurutnya,akibat kurangnya tenaga PLKB berimbas  hubungan komunikasi dan tanggung jawab pengelolaan kegiatan program KB baik dengan institusi ditingkat kabupaten  maupun desa  terputus. Kondisi tersebut tentunya sangat mempengaruhi kinerja program KB Nasional, khususnya pada pelaksanaan operasional ditingkat lini lapangan.

“Akibatnya kegiatan tidak dapat direalisasikan tepat waktu, banyak masyarakat yang tidak dapat dilayani dan rendahnya pencapaian program,” katanya.

M.Nasir menjelaskan padahal program KB  bertujuan untuk jangka panjang, yakni  meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia  (SDM) .  Tentunya dengan mengatur jarak kelahiran memberikan pembinaan  agar keluarga terjamin pendidikan, kesehatan dan terpenuhi kebutuhannya.

Menurutnya jika program KB tidak digalakan dan tidak ada tenaga penyuluh, maka bagaimana bisa membentuk keluarga berkualitas.  Rata-rata keluarga  miskin banyak  memiliki anak, sehingga pendidikan, kesehatan dan kebutuhannya terabaikan.

“Diharapkan dengan adanya tenaga PLKB dapat memberikan  pemahaman program KB. Sebab program KB bukan hanya berbicara masalah kontrasepsi tetapi juga sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat disamping mampu mengatasi berbagai masalah kependudukan ,” katanya.

M. Nasir menambahkan dampak positif  dari program KB adalah  meningkakanya kualitas pendidikan, ekonomi, kesehatan dan dapat menekan angka pengangguran , kriminalitas dan dampak sosial lainnya. Oleh karena itu  tenaga lapangan PLKB adalah kunci keberhasilan dalam menjalankan program KB hingga lini bawah. (jon)

Tags:
share on: