share on:
Para Babinsa sedang mengikuti kegiatan orientasi program KKBPK di aula Makodim 0901/Smd (Rh)

IPKB Kaltim –  Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) gelar orientasi  program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  guna mensukseskan program KB di daerah.

“Kemitraan   BKKBN dan TNI sudah lama  terjalin yang dituangkan dalam penandatanganan kerjasama  antara Panglima TNI  dengan Kepala BKKBN  beberapa tahun  lalu,” kata Kepala perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli di  Aula Kodim 0901/Smd,  Kamis (12/4)

Ia mengatakan  tujuan dari orientasi  kepada  anggota Babinsa  agar bisa  membantu mensosialisasikan program-program  KKBPK dengan melakukan advokasi dan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi)  kepada masyarakat di masing-masing wilayahnya bertugas.

Menurutnya  Eli , BKKBN sangat terbantu dengan adanya Babinsa ikut mensosialisasikan, sebab semenjak otonomi daerah  kewenangan pelaksanaan program KB telah diserahkan kepada pemerintah kabupaten dan kota. Hal itu berdampak pada menurunnya pelaksanaan program KB di daerah khususnya  dilini lapangan.

“Apalagi  petugas  Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB)  sebagai ujung tombak dilapangan  jumlahnya semakin berkurang ,” katanya.

Lanjut Eli, apabila kondisi tersebut tidak mendapat perhatian dan penanganan serius, maka pertumbuhan penduduk semakin besar jumlahnya. Oleh karena itu  BKKBN  menggandeng  mitra-mitra salah satunya  Kodim 0901/Smd  melalui Babinsa dilatih  untuk  menambah wawasan tentang program KKBPK.

Sementara itu Komandan Kodim 0901/Smd diwakili Kasdim Mayor Inf Edy Sukamto mengatakan berterima kasih dan bangga  Kodim 0901 dipercaya  untuk menyelenggarakan orientasi dengan menghadirkan Babinsa yang ada di Koramil- Koramil Samarinda.

“Para Babinsa diberikan pengetahuan tentang program Keluarga Berencana. sebelum diterjunkan kemasyarakat guna  membantu program BKKBN,” katanya.

Edy Sukamto menambahkan para Babinsa nantinya  melakukan koordinasi  dilapangan  bekerjasama  dengan pihak Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, Posyandu, Disdukcapil karena semua data-data ada disitu untuk membahas program BKKBN.

“Program BKKBN menganjurkan “dua anak cukup” sangat bagus, supaya keluarga dalam memberikan pendidikan bisa tuntas, kesehatannya terjamin, SDMnya berkualitas dan nantinya tidak terjadi  kesenjangan sosial,” ujar Edy Sukamto (*)

 

share on: