share on:
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah (baju putih) di dampingi Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli saat meninjau pelayanan KB gratis di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang

IPKB Kaltim-Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah mengatakan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur bersama-sama melakukan pengendalian jumlah penduduk di daerah setempat.

“Dalam pengendalian penduduk kami bersinergi dengan BKKBN Kaltim, melakukan langkah-langkah kongkrit memberikan pelayanan KB, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,”katanya saat melakukan peninjuan pada kegiatan pelayanan KB gratis di Desa Bangun Rejo,Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu(12/10).

Ia mengatakan kalau sepuluh tahun lalu program keluarga berencana hampir tidak terdengar gaungnya ditengah masyarakat,namun sekarang pemerintah telah menghidupkannya kembali dan lagu keluarga berencana sudah ramai terdengar.

Program keluarga berencana adalah kebijakan secara nasional, maka pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen mendukung program tersebut supaya berjalan dengan baik. Kemudian selain memberikan dukungan terhadap program nasional, ditingkat kabupaten juga ada program-program pengendalian penduduk.

Edi Damansyah menilai minat masyarakat untuk ber KB di Kukar cukup tinggi, dengan kesadaran sendiri datang ke pusat pelayanan seperti saat ini dan pemerintah memfasilitasi, memberikan pelayanan serta menyediakan alat kontrasepsi.

Perlu diketahui katanya berbicara pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kukar bukan berasal dari tingginya angka kelahiran tetapi karena migrasi perpindahan penduduk ke Kutai Kartanegara.

Menurutnya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama lembaga vertical lainnya juga bersinergi dalam rangka mensejahterakan masyarakat, di antaranya ada beberapa desa yang kategori desa tertinggal terpencil ditetapkan sebagai Kampung KB.

“Di desa tersebut dibentuk Kampung KB yang di dalamnya terdapat lintas sector dimana dinas-dinas terkait memberikan support dan dukungan terhadap kegiatan Kampung KB,” katanya.

Selanjutnya pemerintah kabupaten melakukan evaluasi, sejauh mana kelemahan, kekurangan fasilitas selama ini. Hal tersebut terus didorong , kalau pelayanan saat ini (pelayanan KB gratis) hanya waktu-waktu , tapi ada juga diberikan layanan rutinitas, penguatan fungsi pos yandu, revitalisasi fungsi Puskesmas sampai Pusban.

“Harapan kita bagian dari tugas-tugas pelayanan kesehatan juga memberikan pelayanan kepada pengendalian penduduk dan KB,” kata Edi Damansyah.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli menambahkan pelayanan KB Desa Bangun Rejo,Kecamatan Tenggarong Seberang, masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan pelayanan.

Menurutnya pada umumnya 98 persen masyarakat mengerti dan mengetahui tentang KB, tetapi pada saat pelayanan perlu difasilitasi, seperti tempat, tenaga medis dan alat kontrasepsinya, sehingga memudahkan calon akseptor untuk ber KB.

“Kami menargetkan pelayanan hari ini sebanyak 150 akseptor dapat dilayani, namun melihat antusias masyarakat disini cukup tinggi, maka akan melampaui target yakni sekitar 200 lebih akseptor,” katanya.

share on: