share on:
Kepala Perwakilan BKKBN kaltim, Eli Kusnaeli saat berbincang dengan Ketua Jurusan Fakultas Ekonomi Unmul, Irwan Dani di ruang perpustakaan.

IPKB Kaltim- Pihak Universitas Mulawarman terutama Fakultas Ekonomi menilai kerjasama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur terkait  pojok kependudukan di Perpustakaan sangat bermanfaat  dan membantu  dalam mendapatkan data serta informasi  tentang Kependudukan.

“Kami bersyukur dengan adanya pojok kependudukan di Perpustakaan Fakultas Ekonomi  Unmul dapat membantu mahasiswa maupun dosen dalam memperoleh data-data  dan literatur tentang kependudukan,” kata Ketua Jurusan Ilmu  Ekonomi ,Irwan Gani di Samarinda,Kamis (25/10).

Ia menilai keberadaan pojok kependudukan sangat penting karena memang selama ini ada kesulitan mahasiswa dalam mencari data, jika datang ke BKKBN ada prosedur yang harus ditempuh. Hal ini menjadi suatu jalan pintas sehingga mahasiswa lebih banyak punya waktu untuk menganalisis,  mencermati hasil penelitiannya.

Selain itu juga  pojok kependudukan  bukan hanya  dilihat  dari   aspek subtansi datanya   tetapi juga  terkait jaringan (network) . Jaringan  sangat penting   untuk  penelitian  baik  dari mahasiswa , dosen  maupun  lembaga ,  dengan jaringan informasi lebih cepat sampai  dan  ruang lingkup informasi lebih variatif.

Lanjut Irwan  adanya pojok kependudukan  juga merupakan salah satu prestasi kampus, karena  nantinya  bisa  untuk  meningkatkan agretasi   yang selama ini masih statusnya B . Salah satu kekurangan untuk meningkatkan agretasi adalah  kurangnya jaringan atau  hubungan dengan lembaga luar  sehingga  nantinya bisa ditingkatkan menjadi A.

“ Untuk meningkatkan status  menjadi A  adalah  kurangnya  netwoking dengan lembaga –lembaga lain, ketika  kita sudah menjalin kerjasama dengan BKKBN Kaltim ada bukti fisik , bukan hanya sekedar  dalam bentuk MOU tetapi sudah ada kegiatannya,” katanya.

Diakui Irwan meski tahap awal  pojok kependudukan tentunya masih memiliki  kekurangan, dan  telah dijanjikan  oleh pihak BKKBN  akan melengkapi sejumlah fasilitas  sarana dan prasarana seperti  buku,  reperensi, data, poster dan hasil-hasil penelitian maka optimis kerjasama akan membawa manfaat.

“Kerjasama ini secara bertahap  akan  terus dikembangkan sehingga fakultas ekonomi  akan lebih maju dan berkualitas,” ujar Irwan.

Sementara itu Kepala perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli menambahkan bahwa pembangunan di Kaltim harus pembangunan berwawasan kependudukan  dan harus dipahami semua lapisan  masyarakat termasuk  mahasiswa dan dosen.

“Kita akan melakukan pembinaan  terhadap  pembentukan pojok kependudukan di ruang Perpustakaan  Fakultas Ekonomi ini,” katanya.

Eli menjelaskan pojok kependudukan di perpustakaan   nantinya dilengkapi  dengan  buku-buku tentang kependudukan,  elektronik book, literatur dan hasil-hasil penelitian  sehingga  mahasiswa  maupun dosen  tertarik  untuk membaca  dan menulis  tentang kependudukan.

“Jadi dengan banyak membaca tentang literatur kependudukan , sehingga tertarik  untuk  melakukan penelitian tentang kependudukan dan pada akhirnya bermanfaat  sebagai suatu pertimbangan dalam menentukan kebijakan oleh pemerintah,” kata Eli.(*)

 

 

share on: