share on:
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli duduk berdampingan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Rini Retno Sukesih menjadi nara sumber dipandu moderator Kepala DPPKB Kota Samarinda Marnabas (Berdiri).

IPKB Kaltim – Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusniadi menegaskan program pembentukan Kampung KB dilakukan dengan niatan menciptakan wadah membangun kebersamaan melaksanakan 8 fungsi keluarga mewujudkan keluarga berkualitas.

Dia berharap terjalin kemitraan dalam program kependudukan KB dan pembangunan keluarga antara pemerintah pusat, pemerintah daerah bersama kader PKK hingga dasawiswa.

“Kegiatan unggulan salah satunya yang terintegrasi di kampung KB. Se Kaltim tercatat sudah terbentuk 167 kampung KB yang tersebar di setiap kecamatan,” ujar Eli Kusnaeli didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Rini Retno Sukesih saat menjadi narasumber Pencanangan HKG PKK- KKBPK-KES ke-46 Prov Kaltim di Kampung KB Gema Kencana, Kelurahan Sindang Sari, Sambutan, Samarinda, Selasa (23/10).

Melalui kampung KB diharap terjadi inovasi pelaksanaan program kependudukan yang terintegrasi dengan  kegiatan lain. Pelaksanaannya dilakukan lintas sektor tidak hanya pemerintah, tapi juga lembaga kemasyarakatan.

Indikator keberhasilan kampung KB terdiri dari indikator input dan output. Maksudnya input jika ada partisipasi masyarakat dan output lebih pada pelaksanaan 8 fungsi keluarga seperti keagamaan, keterampilan, masyarakat.

“Kalau sudah berjalan diharapkan tidak ada lagi anak lahir stunting atau kerdil karena kurang asupan gizi. Kemudian terbentuk keluarga yang dicitakan didasari agama, melestarikan sosbud, terjadi kasih sayang dan perlindunghan. Ini keluarga sejahtera yang diimpikan. Keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan sah, sejahtera, jumlah anak ideal, dan berwawasan ke depan,” sebutnya.(rif)

share on: