share on:

IPKB Kaltim- Masih dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXV di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Kaltim meraih   beberapa juara  ditingkat nasional yang patut menjadi kebanggan.

Kaltim mampu menyingkirkan sejumlah provinsi lainnya  dalam  berbagai lomba yang digelar. Prestasi yang diraih Kaltim di antaranya  juara I PIK Jalur Masyarakat (PIK Barintak), Juara II Bidan Praktek Mandiri (LJB II Masitah), Juara III MKJP Puskesmas Muara Rapak, Juara Harapan I BKL Palapa, Juara Harapan II BKB HI Gatra Kencana.

“Jambore Keluarga Indonesia (JKI) pertama kali digelar pada rangkaian peringatan Harganas, kami memberp apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pengelola program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan menggelar  lomba-lomba untukl memberikan motivasi,” kata  Plt Kepala BKKBN-RI, Sigit Priyo Utomo.

Ia mengatakan pembangunan ketahanan keluarga merupakan hak dan tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Proses dan upaya pembangunan ketahanan keluarga dilakukan secara terus-menerus. Komunikasi dan kebersamaan yang berkualitas antar anggota keluarga menjadi dimensi penting dalam membangun ketahanan keluarga.

Menurutnya  peningkatan SDM dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga. Pembangunan keluarga yang mengarah kepada ketahanan keluarga memiliki  keuletan dan ketangguhan serta kemampuan fisik dan material untuk hidup mandiri sehingga  tercipta  keluarga  harmonis dan  kesejahteraan keluarga lahir  batin.

“Kegiatan JKI  dapat dijadikan wahana untuk meningkatkan kualitas hubungan antar anggota keluarga sekaligus berinteraksi langsung dalam suasana riang gembira, diharapkan keakraban keluarga seperti ini tidak hanya terjadi pada saat Jambore, akan tetapi bisa diciptakan di   masing-masing keluarga,” ujar Sigit.

Sementara itu, perwakilan PIK Barintak peraih juara I  dari Kabupaten berau,  Aldo Rahmadi mengatakan, melalui jambore banyak pengalaman yang didapat tentunya kapasitas diri . Ia  ingin mengaplikaskan seluruh ilmunya untuk mengabdi di daerah.

“Apalagi masih tingginya angka pernikahan dini di Kaltim, sehingga peran PIK  remaja dapat membentu para remaja agar tidak melakukan pernikahan dini, mereka perlu merencanakan kehidupan lebih baik sebelum berkeluarga,” katanya.

Aldo menambahkan sebelumnya pernah mengikuti lomba PIK , namun belum meraih juara, tetapi dengan semangat serta berjuang akhirnya mampumeraih prestasi  juara  I ditingkat nasional.(Ron)

 

share on: