share on:

IPKB Kaltim.com- Direktur Analisa Dampak Kependudukan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Drs Suyono Hadinoto  mengatakan ,jumlah penduduk di Indonesia tiap tahunnya terus  mengalami penambahan.

“Jika jumlah penduduk terus bertambah besar, maka   untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) semakin sulit,” katanya usai pembukaan Penyelenggaraan Advokasi  Dampak Kependudukan Bagi Penentu Kebijakan di Hotel Mesra Samarinda, Kamis (21/2).

Ia mangatakan, dengan jumlah penduduk yang kuantitas besar dan kualitas SDM yang rendah maka   upaya – upaya  untuk meningkatkan kesejahteraan juga semakin sulit, karena sektor tenaga kerja, tidak mampu bersaing dilevel menengah ke atas.

Selain itu berdampak pada meningkatnya kriminalitas,  kerusakan lingkungan, kemiskinan  dan penyebaran penyakit semakin tinggi.

Menurutnya upaya  startegis yang harus dilakukan adalah  melakukan pengendalian penduduk , karena jika tidak , apapun upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah akan sia-sia karena dana dan anggaran  akan habis  untuk memenuhi kebutuhan dasar , seperti  kesehatan, sandang dan pangan.

Dikemukakan  Suyono , Laju Pertumbuhan Penduduk  (LPP) bisa  dikendalikan jika semua memahami dampak dari  pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali,     sehingga perlu kembali mengingatkan para penentu kebijakan. Setiap  langkah kebijakan yang mereka ambil selalu berpijak kepada masalah kependudukan.

“Diera  otonomi masih ada ego sektoral,  etnis dan ego daerah, jika hal itu terus terjadi maka akan mengalami kondisi yang tidak menguntungkan,” katanya.

Ditegaskannya bahwa investasi pembanguna manusia dengan meningkatkan kualitas SDM,  jauh lebih baik ketimbang membangun fisik, seperti jalan, jembatan gedung-gedung  yang jelas kelihatan bentuknya. Tetapi  membangun SDM  hasilnya tidak bisa cepat, namun membutuhkan waktu  lima sampai sepuluh tahun akan datang.

Hal senada juga disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, di Wakili Kabid  KB- KR Achmad Taqdir mengatakan jumlah penduduk Provinsi Kaltim terus bertambah, sesuai  hasil sensus penduduk  , selama kurun waktu 10 tahun , dari  tahun 2000 sampai  2010 bertambah sebanyak 1.109.819 jiwa, sehingga jumlahnya mencapai 3.553.143 jiwa.

Sedangkan LPP  meningkat dari 2,78 persen  menjadi 3,82 persen. Demikian juga dengan angka kelahiran (TFR) sesuai SDKI 2007-2012 dari 2,7 persen menjadi 2,8 persen dengan tingkat partisipasi ber KB 60,1 persen.

“Jadi masalah kependudukan merupakan  masalah yang mendesak untuk ditangani secara berkelanjutan, karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar,” kata Achmad Taqdir (*)

 

 

share on: