You Are Here: Home » Berita » Daerah » Institusi Keluarga Yang Kuat Akan Melahirkan Generasi Yang Hebat

Institusi Keluarga Yang Kuat Akan Melahirkan Generasi Yang Hebat

IPKB Kaltim.com- Keluarga sebagai sebuah sistem sosial yang mempunyai tugas atau fungsi agar sistem berjalan dalam kehidupan keluarga. Fungsi merupakan konsekuensi dari perilaku seseorang atau aksi kelompok untuk membentuk institusi keluarga yang kuat atau struktur keluarga yang kokoh. Konsekuensi aksi yang menguntungkan disebut dengan fungsional, sedangkan yang mendatangkan kerugian disebut disfungsional. Jadi fungsi dapat diartikan sebagai konstribusi atau sumbangan terhadap perbaikan kondisi dalam kehidupan berkeluarga.

Keluarga berfungsi untuk mengelola sumber daya yang dimiliki melalui proaksi sosialisasi termasuk penetapan peran sosial, dukungan, dan perkembangan anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosi (cinta kasih), ikatan suami-isteri, serta perkembangan yang termasuk moral, loyalitas, dan sosialisasi. Peran keluarga dalam keberlangsungan sistem sangat terkait dengan struktur sebuah keluarga. Peran keluarga akan menjadi optimal jika institusi keluarga tersebut kuat atau struktur keluarga kokoh. Ini akan mudah terwujud jika jumlah anak dalam keluarga lebih sedikit atau dua anak saja.

Menurut pakar sosiologi Talcoh Parson mengatakan bahwa keberlangsungan (survival) merupakan fungsi utama seluruh masyarakat yang melibatkan pembelajaran terhadap segala sesuatu yang mengikat anggota masyarakat untuk bersatu melalui bahasa serta nilai-nilai sosial dan budaya yang dibangun dalam keluarga. Bagi keluarga yang anaknya banyak kondisi ini sulit untuk diwujudkan walaupun dia orang kaya, karena membentuk karakter dan akhlak sangat sulit dalam kehidupan keluarga yang anaknya banyak.

Institusi Keluarga yang kuat dapat membangun SDM yang berkemampuan tinggi, berkepribadian, dan berprilaku sosial yang baik serta mempunyai ketahanan mental dan psikososial yang kokoh, meningkatkan efektivitas pendidikan, mengatasi kesenjangan gender, intervensi perbaikan gizi dan kesehatan anak-anak agar meningkat kelangsungan hidup anak, perawatan anak, pemberdayaan anggota keluarga.

Keluarga sebagai institusi pertama dalam pengembangan sumber daya manusia, karena keluarga tempat mendidik, merawat serta pembelajaran lingkungan “The Learning” kepada anak untuk tumbuh dan berkembang, serta keluarga dapat pula berfungsi sebagai institusi yang utama dalam pengembangan SDM. Dalam keluargalah aktivitas utama kehidupan berlangsung dimana sangat berhubungan dengan fungsi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga seperti makanan yang bergizi, pakaian yang dibutuhkan keluarga, tempat berteduh, memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, untuk tumbuh dan berkembang. Keluarga sebagai institusi yang utama dalam pengembangan SDM juga berkaitan dengan fungsi sosialisasi, yaitu dimana individu mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, dan karakter yang memungkinkan semua anggota keluarga berpartisipasi  sebagai anggota keluarga, memungkinkan anak mengembangkan potensi yaitu konsep diri, penanaman konsep disiplin, penanaman ambisi, dan pengajaran peran sosial.

Untuk membentuk struktur keluarga yang kokoh ini peran pengaturan kelahiran atau pengendalian kuantitas penduduk  melalui pengaturan jumlah anak dalam keluarga ini sangat menentukan. Untuk memperkuat pemahaman kita tentang pentingnya pengaturan kelahiran melalui KB ini maka akan dikutip beberapa pendapat tokoh agama berikut ini:

  1. Menurut Syekh Dr. Abdul Azis Al Khayyat, Mantan Menteri Agama Yordania, dalam bukunya The Cooperating sociaty in Islam, menerangkan bahwa KB dalam Islam dimulai dengan pemilihan isteri/jodoh untuk menjauhi problem genetika dan memberikan tekanan besar pada pengurusan anak yang dalam hal fisik, pendidikan, dan spiritual. Itu sebabnya kualitas lebih disukai daripada kuantitas;
  2. Prof. Dr. Isma’il Balogun, Guru Besar Agama Islam di Negeria, berpendapat mengenai sikap muslim terhadap KB sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas generasi selanjutnya, kebahagiaan individu, kemantapan keluarga dan keamanan. Jadi bukan berapa anak yang harus dimiliki oleh keluarga, tetapi bagaimana kualitas anak dipersiapkan oleh keluarga.
  3. Syekh Abdul Isa, Mantan Menteri urusan Al Ashar, dalam buku kecil yang ditulisnya tentang KB sebagai upaya pengaturan kelahiran yang mengungkap salah satu pengarahan Nabi ialah membentuk keluarga melalui perkawinan dengan tujuan memperoleh keturunan untuk memperoleh ketentraman dari melahirkan anak. Namun bila anak muda tidak mampu menanggung perkawinannya, maka perkawinannya harus ditunda.

Tujuan hidup berkeluarga adalah sebagai berikut:

  1. Untuk melahirkan keturunan yang akan menyembah Allah dan mengisi muka bumi untuk berbuat kebaikan dan manfaat untuk orang lain serta bukan sebagai perusak atau untuk merugikan orang lain;
  2. Islam menghendaki keturunan yang berkualitas tinggi dan bukan massa tanpa harapan dan lemah;
  3. Anak yang dilahirkan ke muka bumi sebagai keturunan yang baik dan berakhlak baik serta mampu dan terdidik;
  4. KB adalah halal dan terserah kepada keluarga untuk memilih waktu (Al Gazali). Alasan KB mengapa dihalalkan menurut Imam Al Gazali adalah karena KB untuk alasan kesehatan, kecantikan, dan takut akan menyimpang dari jalan Allah untuk mendapatkan uang secara tidak halal demi memenuhi kebutuhan keluarga yang terus membesar seiring dengan kelahiran baru. Sementara, yang tidak dibolehkan dalam agama Islam adalah “Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan”, jadi sangatlah berbeda dengan KB karena tidak ada pembunuhan.

Semoga tulisan ini dapat memberikan masukan  dalam upaya kita bersama untuk menjadikan program KB sebagai kebutuhan keluarga dan juga sumbangan pemikiran penulis dalam kegiatan revolusi Advokasi dan KIE dan tulisan ini akan lebih memberi makna jika dikemas menurut kebutuhan lokal (menggunakan bahasa daerah setempat).

Ditulis Oleh : Muhammad Hatta (Kabid Dalduk BKKBN Kaltim)

About The Author

Number of Entries : 380

Leave a Comment

All right Reserved © 2015 IPKB Kaltim Powered By WP-by Design K-Website

Scroll to top