share on:
Gubernur Kaltim, Isran Noor memukul kentongan saat membuka pencanangan Hari Kesatuan gerak PKK-KKBPK-Kes ke 46 di Kampung KB Gema Kencana Kelurahan Sindang Sari,Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda

IPKB Kaltim- Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor sangat mendukung program “Kampung KB” yang terintegrasi  dengan sektor lainnya di sejumlah  desa dan kelurahan untuk  terus dibentuk dan digalakkan.

“Program Kampung KB adalah sebuah contoh yang bagus dilaksanakan dan terus disebar luaskan di desa dan kelurahan, karena programnya terintegrasi dengan sektor lain yang ada dimasing-masing desa,”katanya   saat Pencanangan  Hari Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kes ke 46 di Kelurahan Sindang Sari Kecamatan Sambutan, Selasa (23/10).

Ia meminta kepada bupati dan walikota serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk turut melakukan sosialisasi  program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), terutama menggunakan alat kontrasepsi  Metode Kontrasepsi  Jangka Panjang (MKJP).

Lanjut Isran Noor  dalam ber KB jangan hanya para kaum ibu-ibu tetapi sekarang sudah ada yang namanya KB pria dengan melakukan Vasektomi  atau Metode Operasi Pria (MOP).

Dia berharap dengan adanya peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kes  bisa menjadi momentum untuk melakukan evaluasi apa yang sudah dilakukan , teramasuk apa hambatan dan kendala serta solusi yang akan dilakukan.

Walikota Samarinda, Syahrie Jaang menyatakan bahwa jumlah Kampung KB di Kota Samarinda sudah terbentuk sebanyak  33 dan pada 2019 ditargetkan sebanyak 59 Kampung KB sesuai dengan jumlah kelurahan yang ada.

Jaang mengungkapkan bahkan  salah satu Kampung KB yang ada di Kelurahan Bukuan  Kecamatan Palaran sudah terintegrasi dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil.

“Jadi setiap warga yang melahirkan di wilayah tersebut pulang  sudah mendapatkan kartu keluarga dan akte kelahiran,” katanya.

Menurut Syaharie Jaang, hal tersebut  terus  akan dilakukan  pada sejumlah Kampung KB lainnya di Kota Samarinda, seperti   terintegrasi dengan Dinas Kesehatan, Pendidikan, Pertanian  dan  sektor lainnya untuk memudahkan pelayanan  dasar kepada masyarakat.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli menambahkan Kampung KB merupakan program pemerintah yang  bersentuhan langsung dengan  masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Timur  telah  terpenuhi target  satu kecamatan  terbentuk satu Kampung KB.

Ia mengatakan BKKBN Kaltim  menyambut baik  rencana Walikota Samarinda  pada tahun 2019 menargetkan membentuk Kampung KB di 59 kelurahan dan BKKBN Kaltim siap memberikan fasilitas teknis.

“BKKBN Kaltim  juga  tahun depan akan lebih fokus  pembentukan Kampung KB di  daerah-daerah tertinggal bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim  yang tertuang dalam Mou beberapa waktu lalu,”kata Eli Kusnaeli.(*)

 

share on: