share on:
Salah satu stan kelompok UPPKS yang ikut dalam kegiatan gelar dagang di di Graha Expo, Bukit Pelangi,Sanagtta.

IPKB Kaltim – Rangkaian Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke  XXV tingkat Provinsi Kaltim, dilaksanakan  di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) selaku tuan rumah dimeriahkan dengan gelar dagang.

“Salah satu kegiatan adalah gelar dagang di Graha Expo, Bukit Pelangi, Sangatta  oleh kelompok Usaha Peningkatan  Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dari berbagai kabupaten dan kota se Provinsi Kaltim,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli,Selasa (17/7) disela-sela peninjauan gelar dagang bersama Bupati Kutim,Ismunandar.

Ia mengatakan gelar dagang kelompok UPPKS  tersebut di  ikut sembilan Kabupaten/Kota se Kaltim yakni Kota Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kabupaten Kutai  Kartanegara,  Kutai Barat, Berau, Penajam Paser Utara, Paser serta Kutai  Timur sebagai tuan rumah.

“Ada satu kabupaten yang tidak mengikuti kegiatan Harganas ke XXV  di Kutim yaitu Kabupaten Mahakam Ulu,” katanya.

Eli menjelaskan setiap kegiatan Harganas selalu dirangkai dengan kegiatan gelar dagang  baik tingkat nasional maupun tingkat provinsi. Hal ini diharapkan dapat  menggugah semangat usaha keluarga di Kaltim, utamanya mereka yang masih dalam kategori prasejahtera dan keluarga sejahtera dalam mengembangkan UPPKS.

Lanjut  dia  jadi dengan gelar dagang  produk-produk  hasil olahan para ibu-ibu kelompok UPPKS dipamerkan, momen seperti ini  hendaknya dapat  dimanfaatkan saling tukar pengalaman, meningkatkan kualitas produksi dan juga untuk memperluas jaringan pemasaran.

Adapun hasil produk-produk  unggulan kelompok UPPKS dari masing-masing kabupaten dan kota di antaranya kerajinan anyaman, manik, pakaian, kain tenun serta produk makanan ringan seperti amplang, keripik, kue kering,  minyak kelapa, teh bahan baku serai serta banyak lagi produk lainnya.

“Pembinaan dan kegiatan ini adalah upaya memberi ruang kepada para ibu-ibu untuk meningkatkan pendapatan keluarga, karena mereka tidak disibukkan lagi oleh banyaknya anak. Rata-rata mereka  hanya memiliki  2 sampai 3 anak sehingga memiliki waktu  luang untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga melalui kelompok UPPKS,” kata Eli (*)

 

share on: