share on:

Samarinda – “Melalui monitoring dan evaluasi (monev) serta identifikasi kebutuhan lapangan (need assessment) diharapkan dapat mengindentifikasi permasalahan, kebutuhan, dan masukan terhadap kegiatan Pro PN (Proyek Prioritas Nasional) dan usulan BOKB (Bantuan Operasional Keluarga Berencana) Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK)sehingga masih bisa dilakukan pembenahan pada saat pelaksanaannya di tahun ini dan rekomendasi pada saat perencanaan selanjutnya”.

Demikian disampaikan Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sitti Mayasari Hamzah, S.IP., MA., saat mendampingi Direktorat PEK BKKBN Republilk Indonesia melakukan Monev dan Need Assessment ke beberapa Pengelola UPPKA dan Kampung KB di Kota Balikpapan, Selasa (19/4) lalu.

Lebih lanjut dikatakan Sitti Mayasari, dalam upaya akselerasi pertumbuhan ekonomi keluarga, sejak 2021 lalu, BKKBN telah mengembangkan program peningkatan pemberdayaan ekonomi keluarga akseptor di wilayah kampung KB percontohan, kebijakan tersebut telah ditetapkan sebagai kegiatan Pro PN.

“Secara nasional, Kampung KB Percontohan berada di 514 desa/kelurahan yang tersebar di 34 provinsi. Untuk Provinsi Kalimantan Timur sendiri ada 10 Kampung KB Percontohan. Untuk di Kota Balikpapan, Kampung KB Seraya Andhika di Kelurahan Sepinggan Raya yang menjadi percontohan,” katanya menjelaskan.

Sementara itu Ketua Rombongan Monev dan Need Assessment Direktorat PEK BKKBN Republik Indonesia, Galuh Riyanti, mengatakan kehadirannya di Kota Beriman ini untuk menggali beberapa informasi terkait pelaksanaan Pro PN dan BOKB yang terkait dengan PEK pada 2021 lalu.

“Kami sudah menyiapkan beberapa instrument pertanyaan yang akan dijawab oleh berbagai pihak. Mulai dari Pengelola Program UPPKA di Perwakilan BKKBN Provinsi, Pengelola di OPD Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten/Kota, hingga Pokja Kampung KB dan Kader UPPKA,” ungkap Galuh Risyanti yang juga adalah Koordinator Peningkatan Manajemen Usaha Ekonomi Keluarga pada Direktorat PEK BKKBN Republik Indonesia.

Monev dan Need Assestment ini dilakukan dari tanggal 19-20 April 2022. Dimulai dengan melakukan group discussion bersama Pengelola UPPKA dan Kampung KB di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB (DP3aKB) Kota Balikpapan. Kemudian dilanjutkan dengan mendatangi lokasi kegiatan Pro PN 2022 yaitu Kampung KB Kelurahan Damai Baru dan Kelompok UPPKA Daru Sejahtera, Pro PN 2021 di Kampung KB Seraya Andhika Kelurahan Sepinggan Raya dan Kelompok UPPKA Rante Daeng, dan Non Pro PN di Kampung KB Kelurahan Lamaru dan Kelompok UPPKA Nyiur Hijau. Tak lupa pula Tim Monev dan Need Assestment yang berjumlah tiga orang ini mengunjungi Outlet Produk UPPKA Kota Balikpapan yang berada di Hotel Novotel. (Rapsmoau, Dokumentasi: Sitti Mayasari dan Sri Haryani)

share on: