share on:
Sejumlah petugas mobil pelayanan KB mendapat arahan dari Kepala Perwakilan BKKBN kaltim, Eli Kusnaeli

IPKB Kaltim – Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim , Eli Kusnaeli menilai keberadaan mobil unit pelayanan KB (Muyan) sangat efektif dan menarik minat masyarakat untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi secara langsung dan gratis.

“Mobil unit pelayanan KB memang dirancang khusus untuk bisa melayani para akseptor yang ingin ber KB,”katanya.

Mobil unit palayanan KB tersebut berupa bus dilengkapi dengan sejumlah peralatan medis, dapat melakukan pelayanan disejumlah daerah yang jauh, di desa-desa yang masyarakatnya membutuhkan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi.

Ia menyatakan mobil pelayanan KB fungsinya untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mencegah akseptor drop out, sehingga harus dilakukan pembinaan dan pelayanan secara gratis agar tetap ber KB.

Selain mendekatkan pelayanan kepada masyaralat mobil yang dirancang khusus dengan logo mencolok, sehingga manjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, jadi berfungsi sebagai komunikasi, informasi dan edukasi (KIE).

Eli menjelaskan biasanya dalam memberikan pelayanan KB kepada masyarakat secara gratis dan bekerjasama dengan para penyuluh lapangan KB (PLKB), cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) setempat maupun pihak Puskesmas.

Sementara itu Kabid Keluarga Berncana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Kaltim, Drs .Sudibyo mengatakan mobil unit pelayanan KB yang dimiliki OPD KB di Provinsi Kaltim dan Kaltara baru ada enam unit, yakni Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Nunukan dan 1 unit di BKKBN Provinsi Kaltim.

“Kami berharap pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat menambah mobil unit pelayanan KB untuk beberapa daerah lainnya di Kaltim dan Kaltara,” katanya.

Menurutnya mobil pelayanan KB sangat strategis selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat , mereka terbantu juga sebagai media sosialisasi yang efektif untuk meningkatkan kepesertaan ber KB di suatu daerah.

Sudibyo berharap dengan adanya workshop bagi petugas mobil pelayanan KB akan memberikan pelayanan yang berkualitas, membantu masyarakat, mengurangi angka unmed need serta menambah kepesertaan ber KB.

“Selain itu juga BKKBN akan meningkat kamampuan, pengethuan, keterampilan tenaga medis, bidan dan dokter melalui pelatihan, agar pelayanan yang diberikan benar-benar berkualitas,”kata Sudibyo. (*)

share on: