share on:

IPKB Kaltim- Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim sosialisasikan pendidikan kependudukan melalui institusi pendidikan di Provinsi Kaltim dan Kaltara agar para siswa/siswi  memahami pentingnya kependudukan dan kesehatan reproduksi.

“Melalui program  Sekolah Siaga Kependudukan (SSK)  para remaja atau siswa/siswi dapat mengetahui  tentang kependudukan  dan kesehatan reproduksi , sehingga  tidak akan terjadi lagi pernikahan dini atau pernikahan di bawah umur,” kata Kabid Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Kaltim, Drs Sudibyo di Samarinda, Kamis.

Ia menjelaskan materi  kependudukan yang diajarkan kepada siswa/siswi bukanlah dalam bentuk mata pelajaran baru, tetapi disisipkan pada beberapa mata pelajaran yang ada kaitannya dengan kependudukan, seperti mata pelajaran geografi, biologi, olahraga dan sosiologi.

Sebelum diterapkan disekolah maka para guru mendapatkan pelatihan dari BKKBN Kaltim tentang materi yang akan diajarkan kepada para siswa di sekolah.

Sudibyo menjelaskan melalui program sekolah siaga kependudukan siswa dikenalkan isu-isu kependudukan, kesehatan reproduksi , paling tidak mereka telah mengetahui dampak-dampak negatif  sehingga  dapat menjaga diri tidak melakukan seks bebas dan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu mereka juga tidak akan melakukan nikah di usia muda, karena mengetahui dampak dan resikonya seperti belum siap mental  menghadapi tantangan sehingga terjadi penceraian.

Hal itu terjadi di Kaltim angka perceraian cukup tinggi salah satu penyebabnya adalah akibat belum siap mental. Belum lagi akibat  resiko kematian ibu dan anak akibat belum siap secara fisik.

Sudibyo mengungkapkan sekolah di Kaltim yang telah membentuk sekolah siaga kependudukan ada di tujuh kabupaten/kota dan yang belum terbentuk di Kabupaten Mahulu, Kutai Timur dan Paser. Hingga saat ini sudah ada 11 sekolah yang membentuk sekolah siaga kependudukan.

Sedangkan di Samarinda ada dua sekolah yang telah dibentuk yakni sekolah SMAN 5 Samarinda dan SMAN 8 Samarinda.

“Kami menargetkan setiap kabupaten kota membentuk satu sekolah siaga kependudukan, namun saat ini ada beberapa kabupaten kota telah membentuk lebih dari satu,” kata Sudibyo

share on: