share on:
Peluncuran Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMA N 8 Samarinda oleh Sekretaris BKKBN Kaltim, Achmad Taqdir
Peluncuran Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMA N 8 Samarinda oleh Sekretaris BKKBN Kaltim, Achmad Taqdir

IPKB Kaltim – Perwakilan BKKBN  Kaltim  melakukan  launching Sekolah Siaga Kependudukan (SSK)  di  SMA Negeri 8 Samarinda, sebagai model atau percontohan bagi sekolah lainnya di Kaltim.

“Di ujung tahun 2017  SMAN 8 merupakan pertama di Kaltim yang akan melaksanakan program Sekolah Siaga Kependudukan   setelah di launching dan diharapkan  pada 2018 akan banyak sekolah-sekolah yang melaksanakan  SSK,” kata Sekretaris BKKBN Kaltim,Achmad Taqdir, Sabtu .

Ia mengatakan SSK merupakan wadah  atau tempat pembelajaran  yang mengintegerasikan pendidikan kependudukan  di sekolah  melalui beberapa mata pelajaran  yang diajarkan tetapi  bukan merupakan kurikulum baru .

Adapun  tujuan dari  SSK  adalah  memberikan pemahaman  tentang  kependudukan  kepada para remaja  agar mereka memahami  dampak-dampak dari  banyak penduduk  atau  terjadinya  ledakan penduduk yang  tidak terkendali  dapat menyebabkan masalah-masalah sosial.

Siswa juga diharapkan dapat memahami bahwa penduduk merupakan obyek  dan subyek dari pembangunan, jadi sejak dini sudah diberikan pemahaman sehingga  dapat menghasilkan generasi yang berkualitas .

Achmad Taqdir  mengemukakan bahwa  mengapa SMN8 dipilih menjadi SSK pertama di Kaltim karena ada beberapa sekolah yang sudah dilakukan pendekatan, namun SMN8 yang  terlebih dahulu merespon  kerjasama ini.

“Jika dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala atau  permasalahan , maka  BKKBN Kaltim selalu siap mendapingi dan  melakukan koordinasi,” katanya.

Kepala Sekolah SMAN 8 Samarinda, Wahyudi menambahkan materi pelajaran kependudukan ini nantinya diintegrasikan dengan beberapa mata pelajaran yang terkait, misalnya  dengan mata pelajaran biologi, geografi tapi juga tidak menutup kemungkinan dengan mata pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

“Kami berharap  kepada pemerintah dan BKKBN  program SSK ini berkesinambungan  jangan hanya simultan,” katanya.

Menurutnya  persoalan  kependudukan sangat penting ,sehingga para siswa harus mengetahuinya , terutama masalah  kesehatan reproduksi, penundaan pernikahan dini, penjarangan  jarak kelahiran dan dampak-dampak kependudukan.

Lanjut Wahyudi  jangan ada lagi anggapan bahwa masalah kependudukan itu tidak penting, jangan sampai terjadinya  ledakan penduduk  karena  dampaknya  luar biasa  menjadi beban pemerintah tertutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan , pendidikan energy dan air berih. (*)

share on: