share on:

foto-bidan-mahuluIPKB Kaltim-  Diawal tahun  2017 sebanyak 15 orang bidan dari Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mendapat pelatihan medis teknis  CTU (contraception technology uptodate) dari  Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim .

“Kami memberi apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mahulu yang mengirimkan para bidannya untuk dilatih, karena menggunakan anggaran pemerintah daerah setempat,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sukaryo Teguh Santoso di Samarinda, Selasa (10/1).

Ia mengatakan Kabupaten Mahulu  tergolong Kabupaten yang baru dimekarkan dan melihat kondisi geografisnya cukup jauh , berada diperbatasan dan termasuk daerah pedalaman di Provinsi Kaltim maka memang diperlukan pelayanan yang berkualitas. Untuk itulah mereka perlu mendapatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam pelayanan KB.

Teguh menjelaskan berdasarkan UU no.23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, maka   BKKBN diberikan  mandat untuk melaksanakan  pembangunan dibidang pengendalian penduduk dan KB melalui program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga).

Jadi BKKBN dalam hal ini tidak hanya menangani KB dalam kontek kesehatan reproduksi dan kontrasepsi tetapi lebih jauh tentang kependudukan yang  ujungnya-ujungnya adalah pembangunan keluarga yaitu terciptanya keluarga bahagia dan sejahtera.

“Jadi program KB  sebagai alat atau cara untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Teguh berharap semua bidan yang ada di kabupaten dan kota di Kaltim hendaknya mendapat pelatihan medis teknis CTU agar kemampuan dalam pelayanan meningkat sesuai standar dan dapat lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga  dapat menurunkan Unmed need  ( kebutuhan  ber KB yang tidak terpenuhi)  serta  dapat menurunkan angka TFR (Angka kelahiran total).

Sementara itu Kabid SDM Dinas Kesehatan Kabupaten Mahulu, Sariah,SKM) mengatakan Kabupaten Mahulu  adalah kabupaten yang baru  dan terus membangun baik dalam bentuk  fisik dan SDM sehingga tidak tertinggal dengan daerah lainmya di Kaltim.

“Salah satunya dengan meningkatkan SDM dibidang kesehatan dengan memberikan pelatihan  dan keterampilan kepada para bidan  yang ada di Kabupaten Mahulu,” katanya.

Ia mengatakan untuk pelatihan medis teknis CTU saat ini ada 15 bidan yang kami ikutkan  pelatihan di BKKBN Kaltim,  masing-masing Puskesmas 2 orang bidan yang mengikuti.

Menurutnya  di Kabupaten Mahulu ada sekitar  200 lebih bidan,  namun  jumlah itu dirasa masih kurang, paling tidak jumlahnya ada sekitar 300 orang bidan. Semua bidan yang berada di wilayah Kabupaten Mahulu nantinya  secara bertahap ditingkatkan pengetahuan dan wawasannya  serta keterampilannya dengan mengikuti beberapa pelatihan yang digelar oleh BKKBN Kaltim setiap tahunnya.

“Dinas kesehatan Mahulu  akan kirimkan setiap ada pelatihan sebanyak 15 orang bidan, demi meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Mahulu,” katanya..

Sariah menambahkan untuk pelatihan saat ini  sebenarnya anggarannya belum turun dari Pemerintah Kabupaten , namun semangat  untuk peningkatan SDM dibidang kesehatan sangat penting, maka dicarikan terlebih dahulu dana talangan sehingga bisa terlaksana kegiatan ini.(*)

 

 

share on: