share on:
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Kaltim Muhammad Edi Muin saat melakukan peninjauan pelayanan KB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja. Kabupaten Kutai Kartanegara

 

IPKB Kaltim- BKKBN Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan pelayanan berupa pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang secara gratis di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja.

“Pelayanan KB hari ini merupakan bagian dari program Bulan Pelayanan Kontrasepsi Mantap yang dimulai sejak 26 Oktober lalu dan akan berakhir pada 30 November ini,” ujar Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Kaltim Muhammad Edi Muin di Samboja, Selasa.
Saat ini, lanjutnya, keinginan masyarakat Kaltim untuk ber-KB cukup tinggi, salah satunya adalah di Kecamatan Samboja yang tingginya peminat dari pasangan usia subur, sehingga hal ini akan berdampak pada ketahanan keluarga baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga kasih sayang orang tua terhadap anak.
Mengingat banyak kejadian dari keluarga yang ekonominya pas-pasan namun memiliki banyak anak, maka asupan gizi bagi anak menjadi berkurang, kemudian pendidikan untuk anak juga terbatas, begitu pula kasih sayang yang diberikan ke anak juga minim.
Terkait dengan pelayanan KB yang diberikan bagi pasangan usia subur di Kecamatan Samboja, Kukar, yang datang ke rumah sakit setempat, ia berharap rangkaian kegiatan ini dapat menambah jumlah kepesertaan KB di Kaltim.
Apalagi di Kabupaten Kukar merupakan salah satu daerah yang memiliki pengaruh dalam jumlah kepesertaan KB di Kaltim, karena selain jumlah penduduknya yang banyak juga karena wilayahnya yang luas dan terpencar.
Saat kunjungan pelayanan KB gratis di rumah sakit ini, ia menjumpai telah ada 19 akseptor yang telah mendapat pelayanan, sehingga diharapkan jumlah yang daftar dan mendapat pelayanan akan terus bertambah.
“Alhamdulillah tadi sudah ada 19 akseptor. Semoga jumlahnya terus bertambah agar semua pasangan usia subur terlayani. Sedangkan bagi yang tidak memiliki anak lagi, dapat memprogramkan dengan mengikuti KB. Apabila si istri tidak bisa ber-KB, maka suaminya yang ber-KB dengan cara vasektomi,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kukar Adi Nur mengatakan, warga di Kecamatan Samboja sudah banyak yang sadar akan pentingnya KB, karena menurutnya sejumlah pasangan usia subur telah memahami bagaimana kondisi penduduk Indonesia yang memasuki masa bonus demografi.
“Masyarakat sudah memahami apa itu bonus demografi, sehingga mereka harus manfaatkan ini dengan mengutamakan pendidikan dan keterampilan. Masyarakat Samboja juga antusias dalam ber-KB, terbukti beberapa kali pelayanan selalui melebihi target, meskipun Samboja ini wilayahnya sangat luas,” ucap Adi Nur.
share on: