share on:

 

 

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim,Eli Kusnaeli di dampingi kasi Advokasi Roni Sitomorang saat memberikan arahan pada kegiatan workshop pembuatan konten/informasi program KKBPK.

IPKB Kaltim – Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menggelar workshop pembuatan konten yang  efektif dan efisein dalam memberikan informasi, pesan, konsep  terkait kegiatan Kependudukan  Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluara (KKBPK) kepada masyarakat.

“Saat ini era digital  berbasis informasi teknologi sehingga lebih efektif,efesien dan murah dalam melakukan penyuluhan dan advokasi kepada pengambil kebijakan,”kata Kepala  Perwakilan BKKBN Kaltim,Eli Kusnaeli di Samarinda.

Ia mengatakan di era digital  penggunaan internet dan media sosial memiliki peran penting sebagai alat komunikasi publik dimana setiap penggunanya dapat memperoleh  berbagi informasi, pengetahuan, dan saling terhubung dalam konsep ruang digital.

Seiring perkembangan teknologi informasi yang kian pesat internet dan media sosial telah bertransformasi sebagai salah satu sumber informasi yang paling akrab dengan masyarakat.

Kemudian Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018, penetrasi pengguna internet saat ini di Indonesia mencapai 171,17 juta jiwa atau sebesar 64,8 persen dari total populasi penduduk Indonesia.

Jumlah ini meningkat 10,5 juta atau sekitar 7,9 persen dari 2016 (132,7 juta). Survei APJII juga menemukan bahwa media sosial merupakan layanan yang paling banyak diakses menggunakan internet kedua (87,13 persen) setelah layanan pesan singkat  (SMS) (89,35%).

Oleh karena itu katanya kegiatan workshop tersebut  akan dibahas berbagai konten informasi yang menarik dalam penyajiannya  melalui  website ,facebook,twiter dan isntagram agar tidak kering dan menarik untuk diketahui masyarakat.

Eli menjelaskan dalam workshop  tersebut BKKBN  mengundang para ahli dan pakar IT untuk memberikan masukan-masukan bagaimana cara membuat konten menarik , sehingga   informasi maupun kebijakan yang dimuat dapat diketahui  dan pada akhirnya kesadaran masyarakat meningkat terhadap program KKBPK.

“Pengelola konten BKKBN Kaltim harus memahami tentang bagaimana aspek –aspek psikologis dari sasaran, karena setiap media yang kembangkan tentunya memiliki sasaran berbeda, misalnya untuk anak muda , sasaranya Genre (Generasi Berencana) , untuk ibu-ibu muda,bagaimana cara  mendidik anak balita dan  ada juga sifatnya informatif,” ujar Eli.

Dia berharap dari kegiatan workshop  akan menjadi sarana advokasi, promosi, dan KIE program KKBPK kepada masyarakat. Informasi yang dikemas  menarik  membuat  perubahan perilaku masyarakat .

share on: