share on:
Kabid KBKR BKKBN Kaltim Sudibyo (kiri) bersama nara sumber dari BNN Provinsi dan KPAD Kaltim.

IPKB Kaltim- Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menggelar seminar  HIV/AIDS tingkat Provinsi  dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh  pada tanggal 1 Desember 2018 bertemakan “Saya Berani, Saya Sehat”.

“BKKBN sangat peduli dengan masa depan para kaum muda atau remaja  dengan memberikan pemahaman   agar terhindar dari penularan penyakit HIV/AIDS,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim yang diwakili Kabid  Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR ) BKKBN Kaltim, Drs.Sudibyo saat membuka Seminar di Hotel MJ Samarinda ,Kamis (29/11).

Ia mengatakan penularan  HIV/AIDS merupakan fenomena seperti  piramid  atau gunung es, hanya tampak sedikit dipermukaan, namun sebenarnya pengidapnya cukup banyak. Guna mencegah penularan agar tidak terus bertambah maka  menjadi tanggung jawab bersama  dan menjadi perhatian lintas sektor.

BKKBN dalam melakukan pencegahan  penularan memberikan pemahaman  kepada remaja melalui program Generasi Berencana (Genre)  yang merupakan  suatu program  dalam penyiapan  dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi bagi remaja, agar terhindar dari penularan HIV yang  bisa ditularkan melalui penggunaan jarum suntik narkotika secara bergantian, pergaulan bebas diluar nikah,” katanya.

Sudibyo  menjelaskan pentingnya program Genre  terhadap remaja guna menata masa depan  dengan meninggalkan prilaku seks bebas, pernikahan dini, ketergantungan obat-obat terlarang serta menjauhkan diri dari bahaya HIV/AIDS.

Melalui Genre remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja.

Diakuinya bahwa permasalahan remaja memang kompleks sehingga membutuhkan perhatian semua pihak , remaja perlu pendampingan orang tua, guru , dan  yang sangat berpengaruh  adalah lingkungan  pergaulan.

“Jadi peran BKKBN  turut mencegah jangan sampai generasi muda terjerumus kepada hal-hal yang negatif serta  mengajak masyarakat  untuk menjalankan  8 fungsi keluarga,”katanya.

Adapun jumlah peserta seminar sekitar 100 orang terdiri dari remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi Konseling ( PIK), kader kampung KB, PKK, Persit, Dharma Wanita,  OPD  serta LSM.

Sedangkan nara sumber terdiri dari Perwakilan BKKBN Kaltim, BNN Provinsi Kaltim dan KPAD dan Dinas Kesehatan Kaltim.(*)

 

share on: