share on:
Sejumlah mitra kerja BKKBN Kaltim sedang mengikuti Rakornis 2019.

IPKB Kaltim- Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) kemitraan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019.

“Keberhasilan program KKBPK di Kaltim tidak terlepas dari peran dan dukungan para mitra kerja BKKBN,”kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli saat membuka Rakornis kemitraan di Hotel Selyca Samarinda, Kamis.

Ia mengharapkan melalui  Rakornis  para mitra , stake holder dapat bersinergi untuk mencapai apa yang telah ditergetkan sesuai RPJM 2019. Dari sejumlah  mitra, ada dua mitra utama BKKBN yakni TP- PKK  dan TNI. Bukan berarti mitra lain tidak berperan, tetapi dua mitra tersebut mampu menjangkau dan menggerakkan sampai ke daerah pelosok.

Seperti diketahui bahwa wilayah Kaltim cukup luas dan  geografisnya yang sulit dan infrastrukturnya belum memadai , maka TNI dengan segala  fasilitas dan kemampuannya dapat  menggerakkan masyarakat  hingga  ke wilayah yang sulit dijangkau .

“Masyarakat  yang  ingin ber KB, namun belum terlayani   (unmmet need), tetapi dengan  dukungan TNI  sehingga bisa terlayani , misalnya dengan kegiatan TNI menunggal KB-kes ,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa pentingnya Rakornis  dengan sejumlah mitra  seperti Dinas Kependudukan dan KB kabupaten/kota,  TP-PKK, TNI, IDI, IBI, LSM,tokoh masyarakat,tokoh agama, media cetak dan elektronik dan kalangan akademisi serta mitra-mitra lainnya.

Eli menjelaskan dukungan para mitra sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program KKBPK di Kaltim, hal itu dapat dilihat berdasarkan  hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia  (SDKI) tahun 2017. Posisi Provinsi Kaltim awalnya rata-rata keluarga memiliki 6 anak tetapi sekarang  sudah berubah menjadi rata-rata 2 – 3 orang anak.

“Jadi  dengan  Rakornis ini diharapkan  ada rekomendasi yang  dihasilkan sehingga ada keselarasan program dengan para mitra kerja guna menyukseskan program KKBPK di Provinsi Kaltim,” kata Eli Kusnaeli.

share on: