share on:
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli di dampingi Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Hj Halda Arsyad pada pembukaan Pra Rakerda 2019

IPKB Kaltim- Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) program Kependudukan , Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga  (KKBPK) tingkat Provinsi Kaltim.

“Pra Rakerda  ini  sifatnya intern akan  membahas masalah teknis bagaimana penggerakan program KKBPK di Kaltim  yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan  dan KB  di sejumlah kabupaten/ kota bersama Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) serta BKKBN Kaltim,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli,Selasa.

Ia mengatakan pada pra Rakerda ini sejumlah instansi terkait bersama sama melakukan evaluasi apa yang sudah dilakukan pada 2018 dan apa saja menjadi kendala  serta strategi apa untuk mensukseskan program 2019.

Adapun bidang-bidang yang akan dibahas di antaranya  bidang kependudukan,bidang keluarga, keluarga sejahtera, laju pertumbuhan penduduk, masalah TFR, CVR dan  unmet need yang menjadi masukan dari kebupaten/kota.

Lanjut Eli pada pelaksanaan Rakerda pada besok Rabu, kita akan membangun komitmen dengan stakeholder, instansi,organisasi kemasyarakatan, tokoh agama untuk menyelaraskan barbagai kegiatan  program KKBPK 2019, agar  target-target dapat dicapai.

“Rencananya Rakerda KKBPK 2019 akan dibuka langsung oleh Gubernur Kaltim,Isran Noor,” kata Eli.

Pada kesempatan itu juga Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A),Hj Alda Arsyad menambahkan pra Rakerda ini membahas masalah teknis program-program KKBPK.

“Kita akan dengar masukan dan sejumlah kendala yang dihadapi  selama ini oleh dinas kependudukan dan KB dari kabupaten/kota,” katanya.

Ia mengatakan dari hasil evalausi maka dapat diketahui keberhasilan dan kekurangan,  sehingga dapat menentukan solusi atau strategi untuk menyukseskan program KKBPK di Kaltim.

Sementara itu Ketua Panita pra Rakerda, Harlan Lelana mengatakan sesuai visi program KB di Kaltim, “Mewujudkan Penduduk Seimbang dan Berkualitas” maka ada beberapa hal yang harus dilakukan.

“Menurunkan angka kelahiran (TFR), menurunkan unmet need, meningkatkan pemakaian kontrasepsi modern, meningkatkan kontrasepsi jangka panjang (MKJP),”kata Harlan.

 

share on: