share on:
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim (tengah) saat melakukan pertemuan terkait desiminasi kebijakan pengendalian penduduk yang berwawasan kependudukan.

IPKB Kaltim- Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menggelar pertemuan dengan sejumlah lintas sektor terkait desiminasi kebijakan pengendalian penduduk dan pembangunan yang berwawasan kependudukan.

“Berbagai langkah kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah tentunya harus berwawasan kependudukan,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli di Samarinda, Selasa.

Ia mengatakan BKKBN Kaltim mengundang sejumlah instansi pemerintah, akademisi, praktisi, LSM , organisasi kemasyarakatan dan  organisasi keagamaan serta tidak ketinggalan dari Bappeda Provinsi Kaltim.

Dikatakannya  dalam hal ini penduduk sebagai pelaku dan sasaran pembangunan, maka penting  berbagai elemen bersinergi, menyamakan persepsi dan  pemahaman, saling mendukung dalam program pembangunan yang berwawasan kependudukan.

Jadi dalam  regulasinya nanti setiap upaya atau langkah  sesuai tufoksinya oreantasinya berwawasan kependudukan. Pada saat ini Bappeda Kaltim sedang menyusun rencana strategis (Renstra) untuk lima tahun kedepan baik program maupun anggaran , tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan penduduk.

Eli menegaskan bahwa pembangunan yang berwawasan kependudukan menjadi suatu keharusan untuk di kedepankan dalam menyusun program pembangunan.  Sebab masalah kependudukan  saat ini begitu kompleks, arus modernisasi telah merubah pola hidup masyarakat disegala lapisan, pemenuhan kebutuhan dan sarana prasarana kadang tidak sesuai, timpang, sehingga kurang mendukung aktifitas penduduk dalam mengaktualisasikan diri.

Sementara Dekan Fakultas Usuludin,Adab dan Dakwah STAIN Samarinda, Dr.Hj Noor Thaibah  yang merupakan salah satu nara sumber pada pertemuan itu mengatakan ditinjau dari segi agama bahwa Allah SWT menyukai muslim yang kuat dan sehat dibanding orang yang lemah.

“Jika melihat kondisi saat ini jumlah penduduk cukup banyak, sehingga sulit mendapat pekerjaan, pemenuhan ekonomi keluarga susah , maka dengan merencanakan, mengatur jarak kelahiran  serta memperbaiki kehidupan berkeluarga sesuai program BKKBN maka hal itu hukumnya sudah sunah,” katanya.

Menurutnya slogan orang dulu “banyak anak banyak rezeki, namun untuk saat ini sudah tidak relevan, karena makin banyak anak semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan anak, seperti, sandang, pangan, kesehatan, pendidikan dan kasih sayang.

Noor Thaibah menilai meningkatnya jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Timur bukan karena tingginya angka kelahiran tetapi tingginya jumlah migrasi atau pendatang ke Kaltim.

share on: