share on:
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli bersama bersama  Plt Kepala Dinas Pendidikan Kaltim,Muhammad Sa’bani menandatangi perjanjian kerjasama

IPKB Kaltim- Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur melakukan penandatanganan kerjsama dengan Dinas Pendidikan setempat terkait Pembinaan Model Penerapan Pendidikan Kependudukan disejumlah sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kita berharap model ini bisa diimplementasikan disemua sekolah khususnya  di SMA  yang menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi dan SMP oleh pemerintah kabupaten/ kota,”kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, Muhammad Sa’bani yang juga Asisten I Sekprov Kaltim di Samarinda, Senin.

Ia mengatakan dalam penerapannya model ini mampu masuk dalam setiap bidang-bidang ilmu tertentu yang disisipkan  untuk diberikan pengetahaun tentang kependudukan kepada siswa. Model ini juga menyiapkan pojok kependudukan yang bisa di akses para siswa.

Tujuan dari  kerjasama ini  agar para siswa lebih mengenal secara dini  tentang kependudukan dengan segala macam aspeknya melalui beberapa mata pelajaran di sekolah dari   SMP dan SMA.

“Mudah-mudahan  kerjasama ini   dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan kita semua,” katanya.

Sementara itu Kepala perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli menambahkan bentuk dari kegiatan kerjasama tersebut  adalah menjadikan sekolah siaga kependudukan (SSK) , bukan membentuk kurikulum baru disekolah, tetapi setiap guru menyisipkan pengetahuan kependudukan.

Hal ini merupakan penguatan dan pengembangan terkait kependudukan di sekolah-sekolah, bahkan para guru berkomitmen mendukung menyisipkan pengetahuan tentang kependudukan melalui mata pelajaran yang diajarkan.

“Kita akan melatih dan memberi pembekalan kepada para guru terkait pengetahuan tentang kependudukan dengan segala hal, baik dampak negatif maupun dampak positifnya,” katanya.

Selanjutnya sekolah-sekolah membuat pojok kependudukan untuk literasi, buku-buku yang terkait tentang kependudukan disiapkan sehingga menarik minat baca  tentang kependudukan. Selain itu juga  mengembangkan Pusat Informasi Konseling (PIK) remaja.

Eli menjelaskan PIK remaja adalah suatu wadah kegiatan program penyiapan  kehidupan berkeluarga  bagi remaja (PKBR) yang dikelola oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi  dan konseling PKBR dan kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.

“Jadi kita berharap kepada generasi muda yang berwawasan kependudukan, melalui jalur formal dan non formal. Intinya  adalah para remaja memiliki konsep kependudukan baik sebagai objek dirinya sendiri dan sebagai subjek  suatu saat  mereka menjadi pemimpin bangsa,” kata Eli Kusnaeli.

share on: