share on:

 

Kepala Perwakilan BKKBN  Provinsi Kalimantan Timur, Eli Kusnaeli mengajak para mitra kerja dan stakeholder  untuk meningkatkan komitmen terhadap program Banggakencana yang sebelumnya dengan sebutan program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga )

“Perubahan istilah tersebut telah disampaikan oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) kemitraan, 13 Februari 2020 di Jakarta,” katanya usai membuka kegiatan Pra Rakerda Banggakencana di Samarinda, Selasa.

Ia mengatakan istilah baru  yakni agar lebih mudah dalam penyebutan, supaya lebih dikenal masyarakat.Filosopfinya apapun yang dilakukan harus dimulai dari keluarga,yakni keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga untuk meningkatkan kualitas penduduk.

Keluarga Berencana itu bukan hanya kontrasepsi,tetapi bagaimana setiap keluarga menyiapkan kehidupan berkeluarga, mulai dari persiapan, memiliki anak, mengatur jarak kelahiran, bagaimana membesarkan anak, mendidik anak  sehingga muncul SDM yang berkualitas.

Eli menjelaskan terkait peningkatan komitmen terhadap program Banggakencana di Provinsi Kaltim, BKKBN dan sejumlah SKPD KB yang ada di kabupaten/kota merangkul sejumlah mitra kerja serta stakeholder untuk bersama-sama menyukseskan program yang ada.

“Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga perlu terus diupayakan peningkatan, kepedulian dan komitmen dalam rangka mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Sementara Rakerda Program Banggakencana 2020 yang digelar Rabu (26/2) untuk melakukan evaluasi apa saja yang sudah dicapai dan kendala-kendala untuk dicarikan solusinya.

Diakuinya meskipun di Provinsi Kaltim sudah menunjukkan hasil yang signifikan dalampencapaian program Banggakencana,namun tidak boleh puas diri dan terus ditingkatkan. Hal itu mendapat apresiasi dari Bapak Gubernur apa yang dilakukan BKKBN bersama mitra kerja.

“Seperti diketahui bahwa target kinerja BKKBN Provinsi Kaltim pada 2019 telah tercapai, bahkan ada beberapa item kegiatan ada yang melampui pencapaian target nasional,”ujar Eli Kusnaeli.

 

share on: