share on:
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty

IPKB Kaltim – Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  merupakan program sangat strategis dalam mensukseskan pembangunan daerah.

“Program Keluarga Berencana harus  terus digalakkan, karena program tersebut bukan semata-mata ditujukan untuk pengendalian pertumbuhan penduduk secara kuantitatif, namun lebih dari pada itu untuk meningkatkan kualitas penduduk,” katanya  saat menyampaikan sambutan pada  penyelenggaraan Hari Kelurga Nasional (Harganas) XXIII di Provinsi Kaltim.

Ia mengatakan beberapa tahun terakhir  Kaltim menghadapi tantangan sebagai dampak kondisi ekonomi global yang kurang menggembirakan. Lesunya perekonomian mengakibatkan turunya permintaan  dan harga komuditas.

Menurutnya seperti diketahui bahwa struktur ekonomi Kaltim masih didominasi sektor pertambangan seperti batu bara sebesar 32,38 persen dan Migas sebesar 9,12 persen. Sehingga perekonomian Kaltim sangat rentan terhadap gejolak perekonomian global terutama terhadap Negara tujuan ekspor Kaltim.

Meskipun kondisi perekonomian di Kaltim mengalami perlambatan, namun terus dlakukan berbagai uapaya untuk mengurangi gejolak sosial seperti  kemisikinan dan pengangguran. Program-program yang dilakukan di antaranya memberikan beasiswa, beras sejahtera dan Jamkesprov serta pembangunan rumah layak huni.

Selain itu memberikan bimbingan teknis kewirausahaan, pembentukan desa tangguh, serta perluasan informasi kebutuhan pasar kerja.

Ditegaskan Awang Faroek  bahwa  program KB sangat strategis dalam meningkatkan kualitas penduduk  dan  meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penduduk yang berkualitas adalah penduduk yang  memiliki daya saing unggul dan berkarekter.

“Saya  berharap melalui peringatan Harganas ke XXIII semua pihak, Pemerintah Provinsi Kaltim, Kabupaten/Kota , tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, para generasi muda terus menudukung dan menggalakkan program KKBPK,” katanya.

Sementara itu Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty mengatakan melalui peringatan Harganas  untuk mengingatkan semua bahwa keluarga menjadi tumpuan untuk membangun karakter bangsa, keluarga merupakan pilar, pertama dan utama dalam mendidik anak.

“Melalui nilai-nilai revolusi mental yang ditanamkan dalam keluarga, setiap individu diharapkan dapat lebih mengenal karakternya dan kembali menjalankan delapan fungsi keluarga sehingga dapat menciptakan keluarga bahagia sejahtera, dan juga peran penting pembangunan karakter  menggunakan pendekatan siklus kehidupan,” kata Surya.

keluarga bisa memupuk pola pikir dan prilaku yang produktif maka kita akan bisa melahirkan generasi emas, generasi yang cerdas, kreatif inovatif produktif dan visioner.

“Ada  empat kosep  besar Harganas  yang dikedepankan  BKKBN yaitu  keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya dan keluarga berbagi,” Kata Surya.  (*)

share on: